Kurikulum Internasional

SMP Islam Lazuardi Al.Falah-GIS menggabungkan antara kurikulum Nasional dan kurikulum Internasional dengan menerapkan program Cambridge Lower Secondary Programme (LSP) – yaitu suatu program yang telah diakui di seluruh dunia, yang dilancarkan oleh Cambridge University, Inggris, untuk peningkatan kualitas pendidikan dasar dan menengah pertama (SD & SMP) – khususnya dalam 3 bidang utama, Bahasa Inggris, Matematika dan Sains.

  1. Kurikulum Nasional dirancang berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) DIKNAS yang telah dimodifikasi untuk membuka ruang lebih besar bagi upaya-upaya pembangkitan kreatifitas siswa.
  2. Penekanan khusus pada pengajaran agama yang berorientasi budi pekerti (akhlaq), pengembangan kemampuan berbahasa, serta keterampilan di bidang teknologi informasi.
  3. Penerapan sistem bilinguals (penggunaan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia) dalam penyampaian materi. Hal ini tentu akan membuat siswa menjadi kaya akan penggunaan bahasa. Siswa tidak hanya mampu berbahasa Indonesia, namun siswa juga akan mampu menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa International yang berlaku di dunia saat ini.
  4. Program pengayaan dengan kegiatan Ekstrakurikuler dan Club untuk memfasilitasi kecerdasan siswa serta mencuatkan potensi dan bakat siswa.

Metode Pengajaran

Dalam menyelenggarakan kegiatannya, Lazuardi Al.Falah-GIS berupaya keras memanfaatkan temuan-temuan mutakhir di bidang pendidikan, seperti Multiple Intelligences System, dan pembelajaran kontekstual (Contextual Learning) dan Active Learning. Kesemuanya itu diselenggarakan dalam suasana nyaman, ramah, akrab, dan menyenangkan.

Proses Belajar Mengajar

Materi kurikulum disampaikan melalui kegiatan-kegiatan yang berorientasi interaktifitas, kreativitas dan nuansa fun dengan memanfaatkan sarana belajar dalam ruang (in-door) dan luar ruang (out-door). Memberikan perhatian khusus, selain pada aspek kognitif (konseptual), Aspek Afektif (emosi dan sikap) dan psikomotorik (praktek dan pembiasaan). Hal ini tidak hanya terbatas pada proses pembelajaran, melainkan juga pada penilaian (assessment) atas pencapaian siswa. Suasana kelas yang diatur sesuai kesepakatan antara guru dan siswa, membuat proses kegiatan belajar mengajar menjadi lebih santai dan siswa dapat dengan mudah menerima materi yang disampaikan oleh guru.